1205220956Ibnu Mas’ud RA berkata: “Sesungguhnya aku memandang bhwa seseorang yang dilupakan dari suatu ilmu yang sebelumnya telah diketahuinya adalah karena kesalahan yang telah dilakukannya.”

Al Imam Waki’ Rahimukumullah berkata: “Minta tolonglah kepada Allah untuk menjaga hafalanmu dengan cara meninggalkan maksiat.”

Al Imam Malik Rahimakumullah berkata kepada Al Imam Asy-Syafi’I Rahimakumullah di awal perjumpaan beliau dengannya: “Sesungguhnya aku melihat bahwasanyaAllah swt telah memberikan cahaya ke dalam hatimu, maka janganlah engaku padamkan dengan kegelapan maksiat.”

Al Imam Asy-Syafi’I berkata: “Barangsiapa yang ingin agar Allah swt membukakanpintu hati dan menyinari lubuk kalbunya, dia wajib meninggalkan perkataan yang tidak berguna, meninggalkan perkara-perkara dosa, serta menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan. Seyogyanya juga dia melakukan amalan-amalan shalih secara tersembunyi antara dirinya dengan Allah swt saja. Sungguh apabila dia telah berbuat demikian niscaya Allah swt bukankan untuknya suatu ilmu yang membuatnya sibuk sehingga lupa terhadapnya selainnya. Dan sesungguhnya dalam al maut (kematian) itu terdapat kesibukan yang sangat banyak.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimakumullah berkata: “Allah swt telah menjadikan diantara cara-Nya dalam menghukum anak manusia lantaran dosa-dosa yang telah mereka lakukan adalah dengan mencabut hidayah (petunjuk)-Nya serta mencabut ilmu yang bermanfaat dari mereka.”

(An-Nubadz fi Adabi Thalabil “ilmi, hal. 14-15)