1141506481

Sufyan Ats-Tsauri menulis surat kepada Abbad bin Abbad Al Khawwash :
“Sesungguhnya engkau hidup dizaman yang para sahabat Rasulullah saw berlindung agar tidak menemui zaman itu. Padahal mereka memiliki ilmu yang tidak kita miliki dan mereka memiliki kekokohan yang tidak kita miliki. Maka bagaimana ketika kita mendapati zaman ini dengan sedikitnya ilmu kita, sedikitnya kesabaran kita, sedikitnya penolong dalam kebaikan, rusaknya manusia dan kotoran dunia?

Oleh karena itu hendklah engkau berpegang pada generasi awal, dan peganglah erat-erat. Hendaknya engkau mempunyai sifat khumul (tidak ingin disebut dan dikenal), karena sesungguhnya sekarang adalah zaman khumul. Hendaknya engaku ber-Uzlah dan sedikit bergaul dengan manusia. Karena dahulu bila manusia bertemu, mereka saling mengambil manfaat. Adapun hari ini, yang seperti ini sudah hilang. Dan keselamatan adalah dengan maninggalkan mereka, menurut pendapat kami.

Jauhilah umara, janganlah mendekati mereka dan bergaul dengan mereka sedikit pun. Hasti-hatilah, jangan sampai engakau terpedaya, sehingga dikatakan kepadamu; “engkau bisa memberi pembelaan, dan menghindari atau menolak kedzaliman.”Sesungguhnya itu adalah tipu daya setan dan iblis. Yang seperti ini hanyalah dipakai oleh qurru (ulama) yang jahat sebagai tangga.

Dahulu dikatakan:
“Takutlah kalian dari fitnah ahli ibadah yang bodoh dan fitnah alim yang jahat, karena fitnah keduanya merupakan fitnah bagi setiap orang.”

Adapun masalah dan fatwa yang engkau dapatkan, ambillah dan janganlah melampaui mereka dalam hal ini. Dan berhati-hatilah engkau agar tidak seperti seseorang yang suka bila perkataannya diamalkan, disebarkan, atau didengarkan, yang bila hal itu semua tidak didapatnya, akan diketahui apa yang ada dalam dirinya.

Dan jauhilah kecintaan terhadap kekuasaan, karena sesungguhnya ada seseorang yang lebih cinta kekuasaan daripada emas dan perak. Padahal cinta kekuasaan merupakan pintu yang rumit, yang tidak bias diketahui kecuali oleh ulama yang enar-benar ahli. Maka periksalah dirimu dan beramallah dengan niat. Ketahuilah, sesungguhnya sudah dekat kepada manusia suatu perkara, dimana seseorang lebih menginginkan kematian (daripada menemui perkara ini).
(Dikutip dari Min Washaya As-Salaf, hal 19-25)