money

Rasulullah telah mengabarkan bahwasanya akan datang kepada manusia suatu masa yang akhlak manusia ketika itu menjadi jelek hingga orang yang bisa dipercaya ditengah-tengah mereka menjadi golongan manusia yang amat langka. Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Hudzaifah, ia berkata: Rasulullah menyampaikan kepada kami dua hadits, aku telah melihat salah satu dari keduanya, dan aku sedang menunggu yang satunya lagi. Beliau meyampaikan kepada kami :

” Bahwasanya amanah akan turun pada lubuk hati manusia, kemudian mereka mengetahuinya dari Al Qur’an, kemuadian mengetahuinya dari As-Sunnah”
Kemudian beliau menyampaikan kepada kami tentang diangkatnya amanah, beliau bersabda :

“Seseorang akan tidur dengan lelap lalu amanah telah dicabut dari hatinya. Sehingga bekas-bekasnya seperti bekas-bekas sesuatu yang hanya sedikit . Kemudian ia tidur lagi dengan lelap dan amanah dicabut sehingga bekasnya hanya seperti lepuhan di tangan.Seperti bara yang kamu gulingkan dibawah telapak kakimu hingga melepuh, lalu engkau akan melihatnya mengelembung padahal didalamnya tidak ada sesuatu apapun. Lalu manusia dipagi hari saling berjual beli, hampir-hampir tidak seorang pun yang menunaikan amanh. Tiba-tiba dikatakan; Sesungguhnya di Bani Fulan ada seorang laki-laki yang terpercaya. Dikatakan tentang orang itu; Sungguh betapa bijaknya ia! Sungguh betapa pintarnya ia! Dan sungguh betapa teguhnya ia! Padahal dihatinya tidak ada keimanan sebesar biji-bijian!!.Dan sungguh telah datang kepadaku suatu masa yang aku tidak perdulikan lagi siapa diantara kalian yang aku berjual beli dengannya. Bila ia seorang muslim maka islam akan mengembalikan kepadaku, bila ia seorang nasrani maka pengawasnya akan mengembalikannya kepadaku. Adapun pada hari ini tidaklah aku berjual beli kecuali dengan fulan bin fulan“.

Hadits diatas adalah pengabaran tentang suatu kenyataan yang pahit pada akhlak manusia sebagaimana telah lalu. Tidak diragukan lagi bahwasanya sekarang termasuk dari perkara yang sukar bila engkau ingin mendapatkan diantara mereka orang yang engkau percayai. Bahkan terkadang berkumpul seratus orang dari mereka namun engkau telah mendapati seorang pun yang pantas untuk dijadikan teman bergaul, sebagaimana yang disabdkan oleh nabi:

“Hanyalah manusia itu seperti 100 ekor unta, hampir-hampir engkau tidak bisa mendapatkan padanya unta yang patut untuk dibawa dalam perjalanan (muttafaq “alaih dari hadits Ibnu ‘Umar)

Bila kita dibolehkan untuk mengakui bahwa pada diri kita terdapat kekurangan akhlak yang amat terang, maka sudah sepantasnya bagi setiap umat muslimin untuk memperhatikanurusannya dari dua perkara.
Pertama: Bahwasanya akhlak baik apa saja yang merupakan bawaan, maka hendaklah dia memuji Allah atasnya sebagaimana yang dilakukanoleh Al Asyaj. Dan hendaklah berhati-hati dari menyia-nyiakannya dengan bergaul dengan teman-teman yang jelek. Berapa banyak fitrah yang menyimpang karena mereka (teman-teman yang jelek).

“Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda :
Seseorang akan berada diatas agama temannya, maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan orang yang ia jadikan teman. (HR Abu DAud dan At-Tirmidzi dan dishahikan oleh Al Albani dlam As-silsilah Ash-shahihah)

Kedua: Apa saja yang termasuk kekurangan akhlak maka hendaklah ia melakukan dua perkara.
1. Berlindunglah kepada Rabbnya dengan berdoa agar dia memperbaiki akhlaknya. Al-Imam Muslim meriwayatkan dari Ali Bin Abi Thalib dari Rasulullah bahwasanya beliau bila telah berdiri untuk shalat, beliau mengucapkan do’a berikut: “aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan mengesakan-Nya dan tidaklah aku termasuk dari orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-nya. Dan dengan itulah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yangb berserah diri. Ya Allah Engkau adalah Sang Raja, tiada sesembahan yang benar selain Engakau. Engakau adalah Rabbku dan akulah adalah hamba-Mu. Aku telah mendzalimi diriku dan mengakui dosa-dosaku. Aku telah mendzalimi diriku dan mengakui dosa-dosaku, seluruhnya, karena tidak ada yang bias mengamouni dosa-dosa kecuali engkau. Dan berilah aku hidayah untuk kepada akhlak yang baik, tidak ada yang bias menunjuki aku kepadanya kecuali Engkau. Dan palingkanlah dariku akhlak yang jelek, tidak ada yang bias memalingkan dariku kecuali Engkau…
2. Hendaklah meminta bantuan kepada Allah untuk membiasakan dirinya berakhlak baik yang dirinya keculitanuntuk berakhlak dengannya. Hal ini dilakukan dengan dua cara:
Dngan belajar. Karena kita mengakui bahwa kita menyaksikan perbedaan yang besar karena klebodohan. Perbaikan kesenjangan ini hanyalah dengan belajar. Ilmu yang dimaksud adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana telah lalu rinciannya.
Dengan beramal. Yaitu melatih dan memaksa diri untuk berakhlak yang baik.
Dalil dari dua perkara diatas adalah Nabi telah bersabda :

Ilmu itu hanya didapat dengan belajar, sedangkan sifat lemah lembut adalah dengan mengupayakannya. (Mutafaq ‘Alaih)

Allah telah memberikan janji berupa hidayah bagi orang-orang yang menjihadi dirinya. Dia berfirman :

Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami maka pasti akan Kami tunjukkan mereka kepada jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut;69)

Dalam ayat ini juga terdapat faedah lain yang agung, yaitu bahwasanya diantara buah kesungguh-sungguhan itu adalah Allah menunjuki hamba-nya untuk mempelajari jalan-jalan lain dari agama-Nya. Hal ini tetap didasarkan pada alasan bahwa beramal dengan ilmu akan memberikan kepada pelakunya ilmu yang tidak ia ketahui. Dan hendaklah menghindari sifat dan perbuatan menyerupai orangf kafitr. Hendaklah mereka mengawasi keluarga dan anak-anaknya dalam hal ini. Karena lalai dari memperhatikan dasaryang agung ini(menghindari perbuatan meniru perbuatan orang kafir) pada masa ini sangatlah dahsyat. Dan hasil yang dimunculkan sangatlah dahsyat dan mengerikan. Rabb kalian juga menjadikan kalian senantiasa membaca firman-Nya berikut:

Bukan jalanorang-orang yang engakau murkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat. (QS. Al-Fatihah;7)

Yaitu dibaca dala setiap pembukaan dan setiap rakaat, jangalah kalian lalai darinya. Dan Rasulluh telah bersabda :

Setiap kalian adalah penggembala, dan setiap kalaian akan diminta pertanggungjawaban tentang gembalaannya (Mutafaq ‘Alaih)
Ditulis lagi dari Buku : TERPEDAYA DENGAN GAYA HIDUP ORANG KAFIR, Karya : Asy-Saikh Abdul MAlik bin Ahmad Ramadhani.